Gateway to the Future: UNPAM Hadir di SMAN 28 Kabupaten Tangerang untuk Dampingi Siswa Menentukan Arah Masa Depan
Published on: 6 Des 2025

Education Fair
Tanggal 22 Oktober menjadi awal yang penting bagi siswa-siswi SMAN 28 Kabupaten Tangerang. Suasana kelas yang biasanya diisi pelajaran rutin berubah menjadi ruang dialog terbuka tentang masa depan. Hari itu, Universitas Pamulang (UNPAM) hadir memberikan sosialisasi langsung di dalam kelas, mengajak para siswa melihat lebih dekat peluang, tantangan, dan arah pendidikan tinggi yang bisa mereka pilih setelah lulus.
Melalui tema “Gateway to the Future”, UNPAM ingin membuka jalan bagi para siswa untuk memahami bahwa masa depan bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi sesuatu yang bisa direncanakan dengan percaya diri, asal mereka memiliki informasi yang tepat.
Pada sesi sosialisasi di kelas, siswa tidak hanya mendengarkan presentasi, tetapi juga diajak aktif bertanya. Mulai dari kebingungan tentang jurusan, peluang beasiswa, hingga cara menyesuaikan minat dengan prospek kerja, semuanya dibahas dengan bahasa yang sederhana dan tidak menggurui.
Banyak siswa yang awalnya ragu untuk bertanya, akhirnya ikut berdiskusi setelah melihat teman-temannya antusias. Suasana kelas menjadi hidup bukan karena formalitas, tetapi karena adanya kebutuhan nyata, memahami langkah setelah SMA.
Sosialisasi di kelas pada 22 Oktober ini menjadi pintu pembuka sebelum kegiatan puncak, yaitu Education Fair yang digelar pada 25 Oktober. Dengan sosialisasi awal, siswa sudah memiliki dasar informasi sehingga mereka lebih siap berdialog saat Edufair berlangsung.
Dua hari kemudian, suasana sekolah berubah lebih meriah. Koridor dipenuhi stan dari berbagai perguruan tinggi, dan salah satu yang paling ramai dikunjungi tentu saja stan Universitas Pamulang.
Dengan tampilan stan yang informatif dan tim PMB yang siap menjawab pertanyaan apa pun, siswa-siswi SMAN 28 Kabupaten Tangerang mendatangi UNPAM untuk mencari gambaran yang lebih jelas tentang dunia perkuliahan.
Pertanyaan yang muncul pun beragam. Mulai dari jurusan yang “tidak salah pilih”, biaya kuliah, peluang karier di masa depan, hingga bagaimana kuliah di UNPAM mampu mendukung pengembangan diri di luar akademik.
UNPAM memberikan jawaban apa adanya tanpa dilebih-lebihkan. Transparansi mengenai biaya, sistem pembayaran, dan peluang beasiswa justru membuat siswa merasa aman dan semakin yakin mengeksplorasi dunia perkuliahan.
Banyak siswa yang datang untuk konsultasi lebih dalam. Ada yang ingin mengetahui jurusan paling cocok dengan kepribadiannya, ada yang mencari tahu prospek kerja, sampai hal terkait proses perkuliahan.
Guru BK SMAN 28 Kabupaten Tangerang menyambut baik kehadiran UNPAM, karena materi yang disampaikan bukan hanya informatif, tetapi juga membantu siswa memahami pilihan pendidikan secara realistis. Bagi pihak sekolah, kegiatan ini memperkuat proses pembinaan karier siswa.
Meski hanya berlangsung satu hari, Edufair 25 Oktober meninggalkan kesan mendalam. Antusiasme siswa menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang penting untuk memetakan masa depan.
Kehadiran UNPAM dalam rangkaian kegiatan di SMAN 28 Kabupaten Tangerang, mulai dari sosialisasi kelas hingga puncak Edufair menjadi bukti komitmen kampus dalam memperluas akses informasi dan pendidikan.
“Gateway to the Future” bukan sekadar tema, tetapi sebuah pesan bahwa setiap langkah kecil, seperti bertanya di kelas atau mendatangi stan, dapat membuka pintu masa depan yang lebih besar.




